Ini adalah sebuah tulisan kejengkelan terhadap "mereka" yang tidak berani menatap hidupnya. Yang berpegang terhadap utopia. terlalu percaya terhadap rekayasa dogmatik, yang kehilangan rasio akibat terjerumus psedou-altruisme yang berujung pada absurditas mesianistik. mereka percaya kepada kehendak bebas tapi tak sadar gaya hidup mereka pre-destinasi.
sekali lagi. Tuhan( atau apapun Anda bernama) memberikan kita rasio bukan untuk kita berpasrah terhadap kenyataan. hidup hari ini tak akan pernah sama dengan hidup seratus tahun yang lalu. mungkin yang sama hanyalah manusia membutuhkan makanan.
seorang filsuf tak berguna ketika mereka tidak memiliki sense of reality. hanya berkicau di kursi singasana tanpa ada kontribusi terhadap realitas.
seorang pemuka agama tak berguna ketika hanya bercerita tentang pengalaman pribadinya yang menggantikan esensi religiositas.
terakhir untuk mereka yang terlalu bermain terhadap hidup. ingat jangan sampai anda salah menafsirkan apa yang dimaksud menyerahkan hidup kepada Tuhan dengan kebodohan artifisial.
No comments:
Post a Comment