Laman

Friday, April 20, 2012

Dunia Tanpa Kasta

Kasta bukanlah klaim kosakata tunggal milik masyarakat Hindu semata. Di sudut terpencil dunia kita pun, kasta menjadi sangat lumrah dijadikan standar untuk menilai, menentukan dan memutuskan sesuatu. Dalam dunia pergaulan misalnya, individu kerap memilih untuk bergabung dalam kasta yang sama. Demarkasi menjadi begitu terlihat jelas. dikotomi menjadi konsekuensi atas realitas kasta tersebut. meruntuhkan kasta di dunia ini ibarat meruntuhkan sistem primordial yang telah membaku dalam tubuh masyarakat global. Sangat sulit tapi bukan berarti tidak mungkin.

Secara terminologi, kasta dan strata memiliki makna yang hampir mirip tetapi tidak otentik. Strata memiliki nuansa terbuka. misalnya, dalam hal pendidikan. setiap orang memiliki kesempatan yang sama dan lebih logis untuk menaikkan statusnya. tidak demikian dengan kasta. kasta merupakan hibah primordial yang tidak bisa diganggu gugat. namun realitas kontemporer saat ini memberikan kesan bahwa kelas yang dibuat oleh komunitas tertentu telah berubah menjadi baku layaknya kasta yang tak tergoyahkan.

jelas, bahwa kasta menutup kesetaraan kesempatan untuk sejajar. perjuangan yang bersifat emansipatoris pun bermunculan akibat ketidakadilan yang diciptakan oleh kasta. kasta dicoba untuk didekonstruksi demi mendapatkan afirmasi kesetaraan kesempatan tersebut. Namun, perjuangan emansipatoris sekalipun menjadi absurd karena dunia telah dihasut menikmati sistem yang baku dan menutup dirinya. Ide Dunia Tanpa Kasta menjadi semacam harapan utopia semata. diperjuangkan tapi tidak akan pernah tuntas