manakah yang lebih mudah memperoleh ataukah kehilangan? bagi saya, memperoleh dan kehilangan memiliki hierarki yang sama. ketika anda memperoleh sesuatu, maka mestinya anda juga harus siap kehilangan. yang menjadi masalah sekarang adalah apakah yang membuat kehilangan itu menjadi berat? antara proses kehilangan itu ataukah objek dari kehilangan itu?
kehilangan...
rasanya seperti menemukan gula diantara tumpukan garam. meski warna mereka putih tapi kualitas rasa mereka berbeda. namun karena sama-sama putih jadi sulit membedakannya.
ataupun seperti kehausan di gurun pasir yang menemukan setetes air. meski ada air disana tapi tetap tidak bisa melepaskan dahaga.
pada akhinya, kehilangan ini seperti menemukan kertas papirus, namun dia sobek karena kita terlalu kuat mengenggamnya.
Wednesday, March 28, 2012
Saturday, March 24, 2012
Cinta Platonis vs Cinta Utopia
cinta adalah kebutuhan dasar manusia. memandang cinta tidak akan pernah sama antara satu orang, dengan orang lainnya. titik temu cinta adalah konsensus perasaan. Yang mana negosiasi terjadi atas kriteria ketertarikan dan hasrat untuk memiliki.
batas antara persahabatan dengan percintaan menjadi kabur. dikaburkan oleh naluri dan dua kutub yang saling tarik menarik. persahabatan bisa menjadi titik awal, bahkan mungkin jadi keputusan solutif atas kegagalan menjalani percintaan tersebut.
cinta platonis, dapat diterjemahkan sebagai cinta yang dinikmati hanya sebatas kenikmatan imajinasi. dia abadi dalam pikiran kita. tanpa perlu takut untuk kehilangan(atau mungkin tidak berani mengejar cinta sesungguhnya?) fantasi dipaksa menjadi pemuas cinta bagi mereka yang hanya bisa diam dan takut untuk berjuang serta ambil bagian dalam perebutan ranah "panas" tersebut.
cinta utopia, jika boleh diterjemahkan adalah cinta yang ideal namun tidak mungkin dapat diwujudkan. dia bernama tapi tidak bertempat. antara cinta platonis dengan utopia memiliki nafas yang sama. dia sama-sama bernaung pada tataran konsep kita belaka. tanpa berani untuk dikejar dalam dunia realitas ini.
jadi, mana yang anda pilih?
batas antara persahabatan dengan percintaan menjadi kabur. dikaburkan oleh naluri dan dua kutub yang saling tarik menarik. persahabatan bisa menjadi titik awal, bahkan mungkin jadi keputusan solutif atas kegagalan menjalani percintaan tersebut.
cinta platonis, dapat diterjemahkan sebagai cinta yang dinikmati hanya sebatas kenikmatan imajinasi. dia abadi dalam pikiran kita. tanpa perlu takut untuk kehilangan(atau mungkin tidak berani mengejar cinta sesungguhnya?) fantasi dipaksa menjadi pemuas cinta bagi mereka yang hanya bisa diam dan takut untuk berjuang serta ambil bagian dalam perebutan ranah "panas" tersebut.
cinta utopia, jika boleh diterjemahkan adalah cinta yang ideal namun tidak mungkin dapat diwujudkan. dia bernama tapi tidak bertempat. antara cinta platonis dengan utopia memiliki nafas yang sama. dia sama-sama bernaung pada tataran konsep kita belaka. tanpa berani untuk dikejar dalam dunia realitas ini.
jadi, mana yang anda pilih?
Subscribe to:
Comments (Atom)