Laman

Sunday, October 21, 2012

Pencarian makna kehidupan yang tak pernah tuntas

Pencarian makna hidup bukanlah perkara yang mudah. manusia mencari hingga akhir hidupnya belum tentu menemukannya. kesalahan mencari mengakibatkan sebuah penyesalan. menyesal karena tidak mampu mengulang dan kembali memilih ulang pilihan yang tersedia. mencari bukanlah perkara yang mudah. mencari adalah sebuah aktivitas aktif yang membutuhkan sebuah penemuan. menemukan tujuan hidup. hidup manusia. apakah manusia selalu mmencari tujuan hidup? mencari bukanlah sebuah perkara yang mudah. seseorang menemukan bukan karena dia usia. tetapi kesabaran dan semangat untuk menemukan. kita lelah hidup. kita lelah tetapi bukan berarti pasrah. pasrah membuat manusia menjadi lemah. lelah adalah sebuah kondisi dimana manusia butuh istirahat. lelah mencari makna hidup adalah sebuah kondisi dimana manusia butuh kesegaran untuk sekedar menata kembali makna hidupnya. hidup adalah linear. dia berjalan maju bukan kembali mundur. kita memulai dari kehidupan bukan kematian. manusia memulai dari dilahirkan. bukan dari kematian. manusia bukan menemukan terlebih dahulu baru mencari. inilah logika kehidupan. kesalahan melahirkan penyesalan hidup. waktu memanaskan emosi penyesalan. kesalahan yang menjadi produk bawaan manusia yang tidak bisa dihindari. sampai saat ini, saya tetap mencari. mencari tujuan hidup. mencari makna hidup. makna selalu di renovasi ketika terbentur dalam realitas. apakah salah? tidak itu namanya tidak memaksa. terkadang fisik kita berubah. mengantungkan cita-cita disaat kita muda dapat berubah ketika Tuhan tidak mengijinkan. Menemukan tujuan hidup adalah negosiasi antara kehendak manusia dengan keputusan Tuhan. tentu Tuhanlah yang memutuskan. manusia hanya bisa pasrah. sekali lagi, waktu adalah leviathan. dimana dia menakutkan. membuat manusia menjadi tua. membuat manusia mencari makna hidup yang belum tentu selesai selama kehidupan untuk ditemukan. waktu membuat manusia berimajimasi untuk mengulang kesalahan. manusia memiliki cara untuk menghibur diri. diri dihibur untuk tetap semangat mencari dan menjalani hidup. kegundahan mencari hidup tetap menjadi perkara unik dan abadi bagi setiap manusia. dulu kata Marx mengatakan bahwa kerja itu mengalienasi hidup. sebagian hidup kita dihabiskan untuk bekerja. manusia tertekan. bukan hanya fisik, tetapi psikis. manusia butuh penghiburan. manusia butuh penyaluran. rutinitas menjad perkara menakutkan sehingga makna hidup tidak pernah ditemukan. makna hidup tidak berubah ketika kita sudah berada di ujung kehidupan manusia. percaya, sekali lagi. saya percaya. bahwa berserah kepada Tuhan adalah jalan keluarnya. Tuhan adalah nalar luar biasa dimana manusia hanya bisa berserah kepadanya. tidak dapat dimengeri. karena Tuhan adalah sutradara kehidupan. Tuhan mampu melihat masa depan manusia. sedangkan manusia tidak. Tuhan mampu mengingatk jutaan masa lalu dan kenangan hidup ciptaannya. sedangkan manusia kenangan hidupnyapun tidak mampu. saya tetap mencoba mencari makna kehidupan dengan hari bergembira dan bersukacita. mencari harus dengan sukacita karena ketika kita belum menemukan kita tidak akan bersedih. sekali lagi. marilah kita mencari makna kehidupan hingga Tuhan benar-benar memberikan damai sejahtera kepada hati kita ketika kita menemukannya. amien

Thursday, May 24, 2012

Putus

'Putus adalah sebuah kebahagiaan karena asa masa lalu kembali membara." ini adalah sebuah statement kontroversi, kesedihan dia menjadi keceriaan buat saya. Memang didalam dunia ini keadilan bukanlah hal yang serta merta dapat diperoleh oleh semua orang. keadilan itu utopis. jauh mengawang dan sulit untuk diraih. Putus mengandaikan adanya sebuah proses terikatnya dua hati yang berbeda. mengikat itu rumit. karena dalam cinta bukan hanya dua hati saja yang diikat. tapi banyak hati yang mesti ditundukkan demi suksesnya cinta tersebut. Putus adalah derita bagi mereka yang terlalu kuat mengikatnya. hati itu rapuh jangan terlalu kuat mengikatnya. diikat memang harus. tapi bukan diikat mati. ikatan pun seiring berjalannya waktu akan kendur pula. ketika ikatannya kendur akan sulit untuk dibenahi jika diikat mati. Putus adalah sebuah kemenangan untuk kami saat kesetiaan diuji oleh waktu. mungkin kamu menjadi miliknya sementara tapi akan menjadi milikku selamanya.

Friday, April 20, 2012

Dunia Tanpa Kasta

Kasta bukanlah klaim kosakata tunggal milik masyarakat Hindu semata. Di sudut terpencil dunia kita pun, kasta menjadi sangat lumrah dijadikan standar untuk menilai, menentukan dan memutuskan sesuatu. Dalam dunia pergaulan misalnya, individu kerap memilih untuk bergabung dalam kasta yang sama. Demarkasi menjadi begitu terlihat jelas. dikotomi menjadi konsekuensi atas realitas kasta tersebut. meruntuhkan kasta di dunia ini ibarat meruntuhkan sistem primordial yang telah membaku dalam tubuh masyarakat global. Sangat sulit tapi bukan berarti tidak mungkin.

Secara terminologi, kasta dan strata memiliki makna yang hampir mirip tetapi tidak otentik. Strata memiliki nuansa terbuka. misalnya, dalam hal pendidikan. setiap orang memiliki kesempatan yang sama dan lebih logis untuk menaikkan statusnya. tidak demikian dengan kasta. kasta merupakan hibah primordial yang tidak bisa diganggu gugat. namun realitas kontemporer saat ini memberikan kesan bahwa kelas yang dibuat oleh komunitas tertentu telah berubah menjadi baku layaknya kasta yang tak tergoyahkan.

jelas, bahwa kasta menutup kesetaraan kesempatan untuk sejajar. perjuangan yang bersifat emansipatoris pun bermunculan akibat ketidakadilan yang diciptakan oleh kasta. kasta dicoba untuk didekonstruksi demi mendapatkan afirmasi kesetaraan kesempatan tersebut. Namun, perjuangan emansipatoris sekalipun menjadi absurd karena dunia telah dihasut menikmati sistem yang baku dan menutup dirinya. Ide Dunia Tanpa Kasta menjadi semacam harapan utopia semata. diperjuangkan tapi tidak akan pernah tuntas

Wednesday, March 28, 2012

Disappear without trace

manakah yang lebih mudah memperoleh ataukah kehilangan? bagi saya, memperoleh dan kehilangan memiliki hierarki yang sama. ketika anda memperoleh sesuatu, maka mestinya anda juga harus siap kehilangan. yang menjadi masalah sekarang adalah apakah yang membuat kehilangan itu menjadi berat? antara proses kehilangan itu ataukah objek dari kehilangan itu?

kehilangan...
rasanya seperti menemukan gula diantara tumpukan garam. meski warna mereka putih tapi kualitas rasa mereka berbeda. namun karena sama-sama putih jadi sulit membedakannya.

ataupun seperti kehausan di gurun pasir yang menemukan setetes air. meski ada air disana tapi tetap tidak bisa melepaskan dahaga.

pada akhinya, kehilangan ini seperti menemukan kertas papirus, namun dia sobek karena kita terlalu kuat mengenggamnya.

Saturday, March 24, 2012

Cinta Platonis vs Cinta Utopia

cinta adalah kebutuhan dasar manusia. memandang cinta tidak akan pernah sama antara satu orang, dengan orang lainnya. titik temu cinta adalah konsensus perasaan. Yang mana negosiasi terjadi atas kriteria ketertarikan dan hasrat untuk memiliki.

batas antara persahabatan dengan percintaan menjadi kabur. dikaburkan oleh naluri dan dua kutub yang saling tarik menarik. persahabatan bisa menjadi titik awal, bahkan mungkin jadi keputusan solutif atas kegagalan menjalani percintaan tersebut.

cinta platonis, dapat diterjemahkan sebagai cinta yang dinikmati hanya sebatas kenikmatan imajinasi. dia abadi dalam pikiran kita. tanpa perlu takut untuk kehilangan(atau mungkin tidak berani mengejar cinta sesungguhnya?) fantasi dipaksa menjadi pemuas cinta bagi mereka yang hanya bisa diam dan takut untuk berjuang serta ambil bagian dalam perebutan ranah "panas" tersebut.

cinta utopia, jika boleh diterjemahkan adalah cinta yang ideal namun tidak mungkin dapat diwujudkan. dia bernama tapi tidak bertempat. antara cinta platonis dengan utopia memiliki nafas yang sama. dia sama-sama bernaung pada tataran konsep kita belaka. tanpa berani untuk dikejar dalam dunia realitas ini.

jadi, mana yang anda pilih?

Saturday, February 4, 2012

Hidup dan Penyesalan

Manusia adalah satu-satunya makhluk ciptaan Tuhan yang bisa menyesal. kadang manusia terlalu sering menyesal dan ingin memperbaikinya. ada satu jawaban untuk menyelesaikannya, pinjam mesin waktu doraemon dan kembali kemasa lalu untuk memperbaiki masa lalu. mudah bukan? iya mudah. bahkan sangat mudah untuk anda mimpi-kan.

Saturday, January 21, 2012

Lawan "jahiliyah" dengan "sense of reality"

Ini adalah sebuah tulisan kejengkelan terhadap "mereka" yang tidak berani menatap hidupnya. Yang berpegang terhadap utopia. terlalu percaya terhadap rekayasa dogmatik, yang kehilangan rasio akibat terjerumus psedou-altruisme yang berujung pada absurditas mesianistik. mereka percaya kepada kehendak bebas tapi tak sadar gaya hidup mereka pre-destinasi.

sekali lagi. Tuhan( atau apapun Anda bernama) memberikan kita rasio bukan untuk kita berpasrah terhadap kenyataan. hidup hari ini tak akan pernah sama dengan hidup seratus tahun yang lalu. mungkin yang sama hanyalah manusia membutuhkan makanan.

seorang filsuf tak berguna ketika mereka tidak memiliki sense of reality. hanya berkicau di kursi singasana tanpa ada kontribusi terhadap realitas.

seorang pemuka agama tak berguna ketika hanya bercerita tentang pengalaman pribadinya yang menggantikan esensi religiositas.

terakhir untuk mereka yang terlalu bermain terhadap hidup. ingat jangan sampai anda salah menafsirkan apa yang dimaksud menyerahkan hidup kepada Tuhan dengan kebodohan artifisial.

Saturday, January 14, 2012

Adaptasi tanpa mengubah esensi.

menurut heraklaitos ""Yang ada"itu tidak pernah tetap. selalu berubah." demikian juga dengan manusia. manusia selalu mengalami perubahan. Ia lahir, Tumbuh dan mati. manusia tidak pernah berada dalam waktu yang tetap. dia senantiasa berubah. oleh karena itu, manusia harusnlah memiliki kemampuan adaptasi yang baik. namun adaptasi seperti apa itu?

hendaklah kita beradaptasi tanpa mengubah esensi kita. seperti air, dimanapun dia berada, di botol, di gelas, di mangkuk, air senantiasa beradaptasi dengan lingkungannya. meski air senantiasa menyesuaikan dirinya dengan lingkungannya, esensi air tidak pernah berubah. dimanapun dia berada, dimana tempat dia berdiam air tetaplah air.

Friday, January 6, 2012

mungkinkah mencoba menyelamatkan idealisme yang tak bersahabat dengan realitas?

Manusia adalah makhluk yang memiliki pilihan. Pilihan-pilihan tersebut berkeliaran dengan liarnya begitu menarik perhatian kita. kita dijerat memilih atas nama kebebasan. Merasa ini adalah hidupku. akulah yang berhak memilih pilihan itu. Kau, engkau, mereka, ataupun siapapun itu (bahkan apapun itu) tak berhak ikut campur dalam kehidupanku. lantas, benarkah apa yang kita pilih tersebut? apakah kebenaran didasari oleh kebebasan? apakah kebenaran didasari oleh keinginan? tentunya keinginan menjadi logika sahih atas kebebasan. apakah ada orang yang memilih dengan kebebasan tanpa didasari oleh keinginannya?

Manusia sebagai makhluk hidup memiliki tahapan siklus. masa anak-anak, remaja, dewasa, orang tua dan pada akhirnya mati hingga dikenang di sebuah kuburan tua. pada masa anak-anak hingga remaja (bahkan mungkin dewasa) terkadang urusan kehidupan manusia diatur oleh pilihan orang tuanya. orang tua berkilah, bahwa mereka merasa paling tahu apa yang terbaik untuk anaknya. jadilah kebenaran ditentukan oleh usia.

belum lagi jika kita ingin memilih pasangan hidup. apakah yang menjadi legalitas kebenarannya? " Aku memilihnya karena sama-sama satu suku dan satu agama." jadilah kebenaran memilih cinta didasari oleh kebenaran primodial.

pertanyaan pamungkasnya adalah apakah pilihan yang kita pilih atas nama kebebasan itu bersahabat dengan realitas? "aku ingin kuliah jurusan filsafat, sastra, seni, sosiologi dan antropologi." " kamu mau jadi apa memilih jurusan itu?" "kenapa kamu tidak memilih jurusan hukum, ekonomi, ataupun teknik?" lantas cibiran pun terlontar atas nama logika realitas yang kejam itu.

orang yang memilih jurusan "absurd atas nama realitas" tersebut pada akhirnya kalah dengan dengan realitas ketika mereka pada akhirnya dihadapkan pada persaingan mencari penghidupan. realitas tak akan ramah terhadap mereka yang memiliki kemurnian idealisme. pada akhirnya manusia bergumul dengan perut. idealisme di lelang dalam bursa kerja. mengubur kemampuannya dalam kontrak kerja. hingga akhirnya mereka yang merasa "pilihan" tertawa dan bertahta dalam kehidupan.

akhirnya apakah dapat menyelamatkan idealisme dalam lumpur realitas? saya sedang mencobanya.