Dikotomis Tubuh dan Jiwa dalam Pandangan Kristenisme
Latar belakang :
Problem dualisme tubuh dan jiwa bukanlah barang baru di dalam khazanah pemikiran filsafat. Problem ini sebenarnya sudah ada dimulai dari pemikiran Plato mengenai dunia Idea. Namun, pada pemikiran Plato ini tidak terlalu eksplisit membedakan antara Tubuh dan Jiwa. Dalam pemikiran Plato, dia membagi realitas menjadi dua. Yaitu dunia idea dan dunia inderawi. Dunia yang real adalah dunia idea. Sedangkan dunia inderawi adalah dunia yang merupakan tiruan dari dunia Idea tersebut.
Banyak asumsi yang muncul yang mengatakan bahwa munculnya dualisme terhadap tubuh dan jiwa manusia yang ada pada dokrin kristenisme akibat dari pengaruh filsafat Platonisme. Namun, sebenarnya filsuf yang benar-benar membuat dualisme tubuh dan jiwa secara literal adalah Rene Descartes. Pembagian dari Descartes ini menjadi awal dari problem dualisme tubuh dan jiwa yang tak terselesaikan hingga kini.
Latar belakang terbentuknya dualisme tubuh dan jiwa berdasarkan Alkitab.
Di dalam Doktrin kristenisme sebenarnya banyak konsep mengenai dualisme. Mungkin saja dipengaruhi oleh tata bahasa yang digunakan oleh para penulis kitab yang mengunakan bahasa Ibrani dan Yunani yang memilik makna yang lebih dari satu makna pada setiap katanya. Tata bahasa Yunani ini, kemudian memperngaruhi tata bahasa romawi. Tidak heran memang, muncul spekulasi bahwa konsep Dualisme dalam kristenisme mungkin saja bukan berasal langsung dari Firman Tuhan, tetapi terpengaruh bahasa yang digunakan oleh penulis kitab. Sebagai contoh kata kasih. Di dalam bahasa Yunani kata kasih bisa menggunakan kata Agape ataupun kata Eros. Namun, kedua kata kasih ini memiliki perbedaan, yaitu Agape adalah kasih untuk menunjukan kasih Ilahi sedangkan Eros menunjukan kepada kasih manusia.
Namun, spekulasi tersebut ternyata tidak sepenuhnya benar. Karena, pada perjanjian lama pemahaman mengenai dualisme Tubuh dan Jiwa pada manusia sebenarnya sudah ada. Pada kejadian 2 : 7 “ ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.
Gagasan mengenai Manusia dibuat dari dua bagian.
Sebenarnya manusia itu dibuat dari berapa bagian? Sebenarnya di dalam ajaran Kristen ada dua pandangan mengenai keterbentukan manusia. pandangan tersebut adalah pandangan bahwa manusia diterbentuk secara dualistik antara tubuh dan jiwa serta pandangan mengenai manusia diciptakan secara trikotomi antara tubuh, jiwa dan roh. Namun disini, saya akan lebih membahas mengenai pandangan dualisme keterbentukan manusia.
Menurut kamus teologi pengertian dari kata dualisme adalah suatu ajaran yang menyatakan bahwa manusia terdiri atas jiwa yang bersifat rohani dan juga yang bersifat bendawi. Konsep ini secara umum tidak berbeda jauh dengan pemikiran filsuf lainnya yang membahas dualisme. Jiwa yang bersifat rohani maksudnya jiwa yang mempunyai kemampuan memahami atau menghayati untuk melibatkan diri dengan Tuhan, membangun suatu relasi dengan sang khalik, dan memiliki hubungan yang intim dengan Tuhan. Jiwa yang bersifat bendawi maksudnya manusia diciptakan oleh Allah dari tanah dan akan mati menjadi tanah. Makna bendawi disini dapat dilihat oleh mata yaitu jasad, fisik, tubuh. Dan makna tersebut bersifat tidak abadi.
Beberapa contoh untuk membuktikan bahwa adanya dualisme tubuh dan jiwa pada pandangan kristenisme berasal dari Alkitab. "Lalu kata Maria: "Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku," (Lukas 1:46-47). "Dengan segenap jiwa aku merindukan Engkau pada waktu malam, juga dengan sepenuh hati aku mencari Engkau pada waktu pagi...," (Yesaya 26:9). Ayat-ayat diatas dualisme antara jiwa dengan hati, disini jiwa dan hati dianggap berbeda. Kemudian ada beberapa ayat lagi yang membagi dualisme tubuh dan jiwa. Seperti di alkitab versi terjemahan Firman Allah Yang Hidup tertulis "Jadi, nasihat-Ku ialah: Janganlah kuatir akan benda --makanan, minuman, dan pakaian. Karena kalian sudah mempunyai jiwa dan tubuh. Itu jauh lebih penting daripada makanan dan pakaian. (Matius 6 : 25)
Asal usul jiwa menurut pandangan Kristen.
Ada beberapa pandangan mengenai asal usul terciptanya jiwa menurut pandangan kristenisme. Pandangan tersebut antara lain, Traducianisme dan Kreasionisme. Apakah yang dimaksud dengan Traducianisme? Traducianisme adalah suatu pandangan bahwa Jiwa manusia diperoleh bersamaan dengan tubuh saat kelahiran, dan karenanya ditransmisikan kepada anak oleh orang tuanya. (Berkhoff, Systematic Theology. p. 197.) munculnya pemikiran ini salah satunya berasal dari Penciptaan Hawa (Kej 2:21-23, 1 Kor 11:8) yang berbeda dengan penciptaan Adam. Pada penciptaan Adam, tubuh berasal dari tanah / bumi, sedangkan jiwanya berasal dari Tuhan (Kej 2:7). Tetapi pada waktu Allah menciptakan Hawa, tidak pernah dikatakan ada elemen dari Hawa yang berasal dari Tuhan. Jadi, harus disimpulkan bahwa baik tubuh maupun jiwa Hawa berasal dari Adam.
Sedangkan kreasionisme adalah suatu pandangan yang mengatakan bahwa Tubuh anak berasal dari orang tuanya, tetapi jiwanya merupakan ciptaan langsung dari Tuhan. dasar dari pandangan ini adalah Pertama, Allah membedakan asal usul jiwa dengan asal usul tubuh (Pengkhotbah 12:7; Yesaya 42:5; Zakharia 12:1; Ibrani 12:9). Kedua, jika Allah menciptakan jiwa setiap orang pada saat dibutuhkan, pemisahan antara jiwa dan tubuh tetap dipegang teguh. Kelemahan dari Kreatinionisme adalah Allah terus menerus menciptakan jiwa manusia yang baru padahal Kejadian 2:2-3 mengindikasikan bahwa Allah telah berhenti mencipta. Juga karena seluruh keberadaan manusia, tubuh, jiwa dan roh telah dijangkiti oleh dosa kalau Allah menciptakan jiwa yang baru untuk setiap orang, bagaimana jiwa tsb. dijangkiti oleh dosa?
Kesimpulan
Pandangan dualisme ini ternyata bukan hanya menjadi kajian serius dari Philosophy of Mind, tetapi juga sama seriusnya di dalam tataran teologi kristiani. Tidak bisa dipungkiri memang implikasi dari masalah dualisme tubuh dan jiwa ini sangat erat terhadap kepercayaan setelah manusia meninggal. Kehidupan setelah kemanusia hanya untuk jiwa saja, ataukah tubuh juga sama-sama dengan jiwa menikmati kehidupan setelah kematian? Problem dualisme tubuh dan jiwa manusia ini akan menarik lagi untuk dibahas dalam suatu kajian eskatologi pada pandangan Kristen. Namun, saya membatasi hanya untuk membahas mengenai dualisme tubuh dan jiwa saja. masalah apakah ada tubuh dan jiwa itu? Berdasarkan elaborasi diatas saya tegas mengatakan ada di dalam pandangan kristenisme, tetapi apakah antara tubuh dan jiwa itu berbeda atau satu? Jawabannya adalah dengan mengkaji lebih serius problem eskatologi.
DAFTAR PUSTAKA
2. http://kampusislam.com/index.php?pilih=news&mod=yes&aksi=lihat&id=44