kami jelas berbeda dengan anda. kami bukan sepertinya yang merasa hidup ini sudah benar. sehingga pertanyaan-pertanyaan kritis sangat dilarang untuk dpertanyakan.
kami jelas bukan seperti anda yang telah merasa jalan yang anda pilih sudah sangat tepat tanpa perlu diragukan.
karena kami adalah orang-orang yang mau berpikir. yang anda anggap sampah.
Ingat bukan karena hujan deras atau badai besar yang membuat tempat tinggal anda banjir. tetapi karena yang anda anggap "sampah"lah yang membuat tempat anda banjir. sisa, tidak berguna namun jika disepelekan akan menjadi gangguan yang besar buat hidup anda.
Jangan remehkan "sampah".
Friday, June 25, 2010
Tuesday, June 22, 2010
musafir kehidupan : mencari makna dalam kekelaman
ini adalah sebuah cerita mengenai perjalanan memperoleh makna kehidupan. ada seorang manusia yang terlahir dan tumbuh besar dalam kemewahan. hidup bahagia dan tak pernah melihat dan merasakan kesengsaraan hidup. telah berkeluarga,ketika anaknya lahir dia bertanya, "anak ini berasal dari mana? apakah ada kehidupan sebelum kehidupan?" dia berpikir namun tak berhasil menemukannya.
namun tak bisa dipungkiri hidup itu memang misteri, keluarganya dan kebahagiaannya lenyap. keluarga meninggal karena kecelakaan dan hartanya habis terbakar. lantas apa yang tersisa? hanya sebuah pertanyaan " mengapa hidupku begini?" dan dia berusaha menabahkan dirinya. "apakah ada kehidupan setelah kematian?"
inilah awal dari perjalanan panjang mencari makna hidup.pencarian kepuasan tertinggi atas misteri kehidupan. menjadi musafir menjadi pilihan logis untuk menjawab "kedua pertanyaan" yang tersimpan dan bergulat atas pencarian jawaban.
dia memutuskan bertanya kepada suatu ahli agama. apakah ada kehidupan sebelum kehidupan?" sang ahli agama menjawab " Tuhan menciptakan manusia, manusia berasal dari-Nya, jadi kehidupan sebelum kehidupan hanya ada pada Tuhan." dia merasa tak puas dengan jawaban tersebut dan belum sempat dia menanyakan pertanyaan kedua kepada ahli agama ia pergi dan kembali mencari jawaban ketempat lain.
lalu bertemulah dia kepada seorang ahli spiritual. dan menanyakan kembali pertanyaan pertama. "apakah ada kehidupan sebelum kehidupan guru?" lalu sang ahli spiritual menjawab " apakah engkau sekarang merasa hidup?" "saya rasa sekarang ini saya hidup." kata ahli spiritual "saat ini saya tidak tahu apakah saya menjalani kematian atau bergulat dalam kehidupan, jadi saya tidak bisa menjawab pertanyaanmu." lalu manusia ini pergi kembali mencari jawaban.
sampailah kepada seorang ahli filsafat. ahli makna hidup yang senantiasa merenungkan kehidupan. "apakah ada kehidupan sebelum kehidupan?" dan " apakah ada kehidupan setelah kematian?" lalu sang ahli filsafat " jika engkau mampu menghitung jumlah rambut-mu dan mengetahui jumlah pasir dipantai, engkau akan menemukan jawaban atas pertanyaanmu." lalu dia bingung dan menjawab " saya rasa saya tak akan bisa menghitung jumlah rambutku dan mengetahui secara pasti jumlah pasir di pantai." jawab sang ahli filsafat " artinya anda telah menemukan atas pertanyaan anda sendiri." "dia tak mengerti atas perkataan ahli filsafat tadi"
singkat cerita ia menjadi muris sang ahli filsafat untuk mengerti jawab tersebut.
namun tak bisa dipungkiri hidup itu memang misteri, keluarganya dan kebahagiaannya lenyap. keluarga meninggal karena kecelakaan dan hartanya habis terbakar. lantas apa yang tersisa? hanya sebuah pertanyaan " mengapa hidupku begini?" dan dia berusaha menabahkan dirinya. "apakah ada kehidupan setelah kematian?"
inilah awal dari perjalanan panjang mencari makna hidup.pencarian kepuasan tertinggi atas misteri kehidupan. menjadi musafir menjadi pilihan logis untuk menjawab "kedua pertanyaan" yang tersimpan dan bergulat atas pencarian jawaban.
dia memutuskan bertanya kepada suatu ahli agama. apakah ada kehidupan sebelum kehidupan?" sang ahli agama menjawab " Tuhan menciptakan manusia, manusia berasal dari-Nya, jadi kehidupan sebelum kehidupan hanya ada pada Tuhan." dia merasa tak puas dengan jawaban tersebut dan belum sempat dia menanyakan pertanyaan kedua kepada ahli agama ia pergi dan kembali mencari jawaban ketempat lain.
lalu bertemulah dia kepada seorang ahli spiritual. dan menanyakan kembali pertanyaan pertama. "apakah ada kehidupan sebelum kehidupan guru?" lalu sang ahli spiritual menjawab " apakah engkau sekarang merasa hidup?" "saya rasa sekarang ini saya hidup." kata ahli spiritual "saat ini saya tidak tahu apakah saya menjalani kematian atau bergulat dalam kehidupan, jadi saya tidak bisa menjawab pertanyaanmu." lalu manusia ini pergi kembali mencari jawaban.
sampailah kepada seorang ahli filsafat. ahli makna hidup yang senantiasa merenungkan kehidupan. "apakah ada kehidupan sebelum kehidupan?" dan " apakah ada kehidupan setelah kematian?" lalu sang ahli filsafat " jika engkau mampu menghitung jumlah rambut-mu dan mengetahui jumlah pasir dipantai, engkau akan menemukan jawaban atas pertanyaanmu." lalu dia bingung dan menjawab " saya rasa saya tak akan bisa menghitung jumlah rambutku dan mengetahui secara pasti jumlah pasir di pantai." jawab sang ahli filsafat " artinya anda telah menemukan atas pertanyaan anda sendiri." "dia tak mengerti atas perkataan ahli filsafat tadi"
singkat cerita ia menjadi muris sang ahli filsafat untuk mengerti jawab tersebut.
hentikan detik yang terlalu cepat berjalan
hentikan waktu yang berjalan sangat cepat. detik tak terasa, menit tak ada artinya, jam pun terlalu singkat. oh, siapa yang bisa menghentikan waktu? tolonglah saya ingin terbebas dari jeratan waktu ini. aku ingin bebas. aku tak mau terbelenggu dengan ketidakadilan ini.
tak berbekas hanya tersisa sedikit
tak berarti bahwa hidup harus dijalani dengan determinasi oleh keadaan. jika memang tidak bisa bebas ya lepaskan saja. saya tak ingin terbelenggu oleh kekuasaan yang semu. saya berhak atas hidup saya. bahkan Tuhan pun tak berhak mengatur hidup saya. orang-orang berbicara mengenai Tuhan layaknya seorang rohaniawan yang tak berdosa. mereka memojokkan dan tertawa merasa jauh lebih mengerti mengenai kehidupan, mengenai kematian. atau hidup setelah kematian.
apakah salah ketika aku ingin menguasai hidupku? hidup bukan sekedar jalinan cerita tak bermakna yang terkumpul menjadi suatu perjalanan yang panjang. sulit untuk diungkapkan dan dimengerti.
jika anda merasa lebih tahu dan mengenal mengenai Tuhan? anda lebih baik pergi dan temui dia ke tempat kediamannya. dunia religius pun menawarkan realitas utopis. religiusitas komunitas tak bisa menjadi "eternal life". hanya partikular kebenaran saja yang terakomodasi.
akhirnya saya hanya ingin mengatakan saya ingin bebas untuk berjalan di atas lautan dan berbaring di tengah bara tanpa ada satupun yang berhak menentukan hidupku.
apakah salah ketika aku ingin menguasai hidupku? hidup bukan sekedar jalinan cerita tak bermakna yang terkumpul menjadi suatu perjalanan yang panjang. sulit untuk diungkapkan dan dimengerti.
jika anda merasa lebih tahu dan mengenal mengenai Tuhan? anda lebih baik pergi dan temui dia ke tempat kediamannya. dunia religius pun menawarkan realitas utopis. religiusitas komunitas tak bisa menjadi "eternal life". hanya partikular kebenaran saja yang terakomodasi.
akhirnya saya hanya ingin mengatakan saya ingin bebas untuk berjalan di atas lautan dan berbaring di tengah bara tanpa ada satupun yang berhak menentukan hidupku.
Subscribe to:
Comments (Atom)