Laman

Thursday, January 13, 2011

Keterjagaan ruang demokrasi terhadap absolutisme agama

Sejarah kelam pernah tercatat, ketika demokrasi diberangus oleh agama. Agama berkuasa di segala aspek kehidupan manusia. agama tidak lagi berbicara mengenai bagaimana caranya untuk mendapatkan kehidupan yang baik setelah manusia meninggal. Namun justru sebaliknya, agama menjadi mantra yang sahih untuk dijadikan dasar dalam segala aspek kehidupan manusia.

Kembali, sejarah pernah mencatat. Pada Abad pertengahan Ilmu Pengetahuan mengalami kemunduran. Pada waktu itu, Copernicus berhasil menghancurkan otoritas astonomi tradisional yang berasal dari teori Aristoteles dan Ptolomeus yang mengandaikan bahwa bumi adalah pusat semesta

Bukan hanya sampai disitu, sejarah kembali mencatat. Polisi moral yang hadir sebagai implikasi diimplementasikannya Perda Syariah di Naggroe Aceh Darussalam, tertangkap basah melakukan krimininalitas terhadap objek hukumnya. Muhammad Nazir dan Feri Agus beserta Dedy setiawan yang notabene adalah polisi moral melakukan pemerkosaan terhadap seorang wanita yang ditangkap karena melakukan tindakan immoral dengan pacarnya.

Sejarah tidak boleh lagi tercatat, implementasi absolutisme yang disebarkan dalam segala aspek kehidupan terjadi kembali. Ruang gerak agama dibatasi hanya sampai masalah privat individu saja. ketika menyentuh persoalan publik kiranya agama tidak boleh dijadikan dasar argumentasi untuk membenarkan tindakan apapun. Ekonomi bukan berbicara kebenaran agama. Hukum bukan didasarkan oleh kebenaran agama yang sifatnya absolutisme parsial. Tetapi hukum berdasarkan oleh fakta pluralitas empiris dimana objek hukum sifatnya plural.

No comments: